Papan Pengawas Meta Platforms, yang bertugas memberikan rekomendasi tentang kebijakan konten di platform, membuat pernyataan penting terkait penggunaan frasa “Dari sungai ke laut” di Facebook. Frasa ini sering digunakan sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina. Namun, ada kritik menyebutkan bahwa frasa ini berpotensi merujuk pada penghapusan negara Israel.
Frasa “Dari sungai ke laut” menggambarkan wilayah antara Sungai Yordan dan Laut Mediterania yang menjadi bagian dari konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Papan Pengawas mengatakan bahwa penghapusan otomatis dari frasa tersebut tidaklah menjadi solusi. “Ada kebutuhan untuk ruang debat, terutama di masa krisis dan konflik,” ungkap mereka dalam pernyataan tersebut.
Tahun ini, Human Rights Watch melaporkan bahwa Meta terlibat dalam "sensor sistematis terhadap konten Palestina" yang terjadi di tengah perang Gaza. Laporan itu menyatakan bahwa kebijakan Meta yang cacat dan penerapan yang tidak konsisten, serta ketergantungan berlebih pada alat otomatis untuk moderasi konten, menjadi biang keladi masalah ini. Mereka juga mencatat adanya pengaruh pemerintah yang berlebihan terhadap penghapusan konten.
Di bulan Juli, Meta mengeluarkan pernyataan terkait pendekatannya terhadap istilah "Zionisme" di platform mereka. Perusahaan mengingatkan bahwa kata "Zionis" bisa menjadi “proxy untuk ujaran kebencian.” Mereka menyatakan bahwa setelah menerima masukan dan menganalisis berbagai perspektif, mereka akan menghapus ucapan yang menargetkan “Zionis” di area tertentu, terutama yang berpotensi merujuk pada orang Yahudi dan Israel dengan perbandingan yang tidak manusiawi.
Kebijakan Meta juga menyebabkan penghapusan akun sejumlah individu Palestina dan kelompok advokasi pro-Palestina. Tindakan ini memicu tuduhan dari aktivis bahwa perusahaan tersebut sedang "memihak" dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Meta Platforms Facebook Palestina kebebasan berbicara