Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Perdagangan Turki ke Israel Melalui Palestina Meningkat Secara Drastis

Perusahaan-perusahaan dari Turki terus melakukan ekspor ke Israel dengan memanfaatkan bea cukai Otoritas Palestina, meskipun Ankara menghentikan perdagangan langsung dengan negara tersebut sejak bulan Mei terkait dengan perang di Gaza. Data ini diperoleh dari Asosiasi Eksportir Turki (TIM).

Selama delapan bulan pertama tahun 2024, ekspor Turki ke Palestina mengalami lonjakan yang mencengangkan sebesar 423%. Nilai ekspor meningkat dari $77 juta pada periode yang sama tahun lalu menjadi $403 juta tahun ini. Lonjakan ini menunjukkan bahwa meskipun ada larangan perdagangan langsung, pasar tetap menemukan cara untuk beroperasi.

Bulan Agustus 2024 menjadi bulan yang sangat penting, karena ekspor Turki ke Palestina meloncat sebesar 1.156%. Ekspor pada bulan itu naik dari $10 juta tahun lalu menjadi $127 juta tahun ini. Tren ini menunjukkan bahwa penggunaan Palestina sebagai jalur perdagangan dengan Israel semakin berkembang pesat.

Setelah mengalami kerugian signifikan dalam pemilihan lokal di Turki pada bulan Maret, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan semakin memperkuat kritikannya terhadap Israel. Mereka mengambil berbagai langkah untuk melawan pemerintahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pemerintah Erdogan menilai bahwa pendekatan yang seimbang terhadap Palestina dan konflik di Gaza ternyata berdampak negatif bagi pemilih inti mereka yang mayoritas adalah Muslim yang peduli dengan situasi terkini.

Sebelumnya, MEE melaporkan bahwa meskipun Ankara telah memberlakukan larangan total atas perdagangan dengan Israel, aktivitas perdagangan antara kedua negara masih berlanjut melalui negara ketiga seperti Yunani. Seorang pebisnis asal Turki yang telah memfasilitasi perdagangan antara Turki dan Israel mengungkapkan bahwa ekspor tetap menemukan jalan untuk sampai ke pembeli di Israel setelah sanksi diberlakukan.

Menurutnya, "Seperti yang dikatakan pejabat tinggi Turki dalam pertemuan pribadi, pemerintah tidak dapat sepenuhnya melacak tujuan akhir dari ekspor Turki, karena mereka memiliki dokumen yang menunjukkan bahwa barang-barang tersebut ditujukan untuk Palestina. Kementerian perdagangan atau bea cukai bukanlah detektif yang dapat menyelidiki tujuan akhir," ungkapnya.

Masalah utama bagi Turki adalah untuk menunjukkan sikap di panggung internasional terhadap Israel, dan mereka masih berupaya melakukan hal tersebut.

library_books Middleeasteye