Pengemudi truk (LKW) yang mengangkut barang-barang penting seperti pembelian Black Friday dan hadiah Natal, ternyata bekerja di bawah kondisi yang sangat buruk dan sering kali ilegal. Hal ini diungkapkan oleh seorang reporter dari Bayerischer Rundfunk yang bekerja sama dengan anggota dari Deutscher Gewerkschaftsbund dalam proyek "Faire Mobilität". Mereka melakukan survei di berbagai tempat peristirahatan dan parkir truk di Eropa.
Dari hasil wawancara, terungkap bahwa dua pengemudi truk tersebut datang ke Eropa melalui sebuah agen dari India. Kini, mereka memiliki kontrak kerja dengan sebuah perusahaan di Polandia dan mengemudikan truk di seluruh Uni Eropa. Namun, mereka mengaku hanya menerima gaji sekitar 1.700 Euro per bulan, yang jauh di bawah upah minimum yang seharusnya mereka terima. Selain itu, mereka juga tidak mendapatkan uang saku untuk biaya hidup sehari-hari.
Menurut hukum yang berlaku, yaitu Lieferkettensorgfaltspflichtengesetz, semua bentuk perbudakan dan kerja paksa dilarang. Hukum ini juga mengatur tentang pembayaran upah yang layak, termasuk upah minimum yang harus dipenuhi. Namun, selama pengemudi truk tidak tahu hak-hak mereka atau tidak berani menuntut hak tersebut, akan sulit untuk mengatasi kondisi yang buruk ini.
Anna Weirich, koordinator nasional dari kelompok "Faire Mobilität" menyatakan bahwa pengemudi asing seringkali terikat pada kontrak kerja dari perusahaan pengangkutan. "Jika mereka dipecat atau kehilangan pekerjaan, mereka juga akan kehilangan izin tinggal di Eropa, yang membuat mereka berada dalam tekanan besar, terutama karena banyak dari mereka yang kesulitan dalam bahasa dan budaya," ungkap Profesor Stefan Sell dari Hochschule Remagen/Koblenz.
Masalah kompleksitas sistem yang melibatkan eksploitasi, subkontraktor, dan celah pengawasan ini dapat didengar lebih lanjut dalam podcast 11KM dari tagesschau. Podcast tersebut membahas secara mendalam isu ini dan memberikan pandangan yang lebih luas tentang tantangan yang dihadapi oleh pengemudi LKW di Eropa.
LKW pengemudi kondisi kerja Eropa ilegal