Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

WIKA Rencanakan Penjualan Aset untuk Perkuat Keuangan

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal dengan sebutan WIKA, mengumumkan rencana untuk melanjutkan penjualan sejumlah aset. Langkah ini diambil untuk memperkuat fundamental keuangan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan infrastruktur ini.

Dalam paparan publik secara daring pada Kamis, 28 November 2024, Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, menyatakan bahwa perusahaan akan melepas beberapa aset dengan kepemilikan minoritas. Aset-aset tersebut termasuk ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dan Soreang-Pasir Koja (Soroja).

Mahendra menjelaskan, "Sudah selesai proyeknya dan sekarang kami sedang mengerjakan untuk divestasi, seperti ada beberapa tol yang memang WIKA sebagai minoritas." Dengan kata lain, WIKA berencana untuk menjual hak kepemilikannya pada proyek-proyek tersebut, yang telah selesai dibangun.

Selain itu, WIKA juga berencana untuk melepas aset pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, yang terletak di Bekasi Timur, Jawa Barat, di mana WIKA memiliki kepemilikan sebesar 88,38 persen. Mahendra menambahkan, "Nanti hasil (divestasi) ini bisa saja di akhir tahun atau kuartal I-2025."

Langkah divestasi ini merupakan bagian dari strategi WIKA untuk meningkatkan kinerja dan menyehatkan kondisi keuangan perusahaan. Saat ini, WIKA lebih selektif dalam mengakuisisi proyek baru. Perusahaan lebih mengutamakan proyek dengan skema pembayaran yang dilakukan secara bulanan, atau monthly progress payment. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada modal kerja yang tertahan dalam proyek-proyek yang sedang dikerjakan.

Mahendra menegaskan, "Saat ini, WIKA dalam melakukan akuisisi proyek mendorong manajemen risiko yang lebih prudent." Artinya, perusahaan tidak ingin mengambil risiko yang terlalu besar dalam mencari proyek baru.

WIKA saat ini juga tidak agresif dalam mencari proyek baru. Dalam mempertimbangkan proyek-proyek yang akan diambil, WIKA memperhatikan berbagai hal, termasuk kesiapan finansial dari pemberi kerja, kelayakan metode kerja, serta kondisi pelaksanaan pengerjaan proyek di masa depan.

Dengan langkah-langkah ini, WIKA berharap dapat memperkuat posisi keuangannya dan memastikan kelangsungan proyek-proyek yang dikerjakan.

library_books Idx Channel