Pada sebuah pergeseran besar dalam pemerintahan Ukraina, Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba telah mengumumkan pengunduran dirinya. Kuleba menjabat sebagai Menteri Luar Negeri sejak tahun 2020, bahkan sebelum Rusia melancarkan serangan agresi terhadap Ukraina. Pengunduran diri ini terjadi setelah beberapa pejabat pemerintah, termasuk anggota kabinet, juga mengajukan pengunduran diri mereka kemarin malam.
Presiden Volodymyr Selenskyj telah mengumumkan bahwa akan ada perombakan dalam pemerintahan, yang dimaksudkan untuk membuat kerja pemerintah lebih efektif di tengah tekanan perang. Menurut informasi dari ARD, Kuleba diperkirakan akan mengambil alih tugas penting lainnya setelah meninggalkan posisinya sebagai menteri.
Sementara itu, serangan Rusia ke Ukraina terus berlanjut. Dalam serangan udara malam yang baru-baru ini terjadi di kota Lwiw, bagian barat Ukraina, dilaporkan setidaknya tujuh orang tewas dan lebih dari 30 orang lainnya terluka. Selain itu, Moskow mengklaim bahwa angkatan bersenjata Rusia telah “sepenuhnya membebaskan” desa Karliwka, yang terletak di timur Ukraina. Karliwka dekat dengan Pokrowsk, sebuah pusat logistik penting bagi angkatan bersenjata Ukraina.
Serangan yang terjadi pada hari Selasa lalu di kota Poltawa Ukraina juga mencatatkan dampak yang besar, dengan lebih dari 50 orang dilaporkan tewas. Menanggapi serangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Joe Biden berjanji untuk mengirim lebih banyak sistem pertahanan udara ke Ukraina.
Ukraina Kuleba pengunduran diri Rusia