Pada awal pagi Rabu, gencatan senjata antara Lebanon dan Israel mulai berlaku. Berita ini membawa harapan baru bagi banyak orang, terutama bagi warga Lebanon yang telah terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan. Media sosial pun dipenuhi dengan postingan dari warga Lebanon yang kembali ke rumah mereka di selatan, serta perayaan dari orang-orang di seluruh dunia, termasuk di Jalur Gaza.
Sejak konflik dimulai pada 7 Oktober 2023, setelah serangan Hamas di Israel selatan, lebih dari 3.800 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon. Situasi ini membuat banyak orang merasa bersyukur atas gencatan senjata yang akhirnya tercapai.
Salah satu reaksi datang dari seorang warga Palestina di Gaza, Abubaker Abed, yang mengekspresikan perasaannya tentang gencatan senjata tersebut, "Kabar baik ini adalah milik kita, bukan milik mereka." Pernyataan ini mencerminkan harapan dan semangat solidaritas di kalangan warga Palestina.
Jurnalis Anas al-Sharif juga menyatakan kebahagiaannya. Ia menulis, "Semoga Tuhan mencatat bagi kita di Gaza sebuah pemulihan yang cepat, seperti yang Ia catat bagi mereka. Semoga Dia mengasihi para syuhada kita dan syuhada mereka, menyembuhkan yang terluka, dan mengembalikan yang hilang." Kata-kata ini menunjukkan keinginan untuk perdamaian dan harapan bagi semua pihak yang terkena dampak konflik.
Meskipun ada beberapa komentar di media sosial yang menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata oleh Hezbollah menunjukkan bahwa kelompok tersebut telah terpisah dari perjuangan Palestina, banyak warga Palestina di Gaza yang mengungkapkan rasa terima kasih kepada mereka di Lebanon. Mereka tidak merasa dikhianati, melainkan semakin bersyukur atas dukungan yang ada.
Gambar-gambar warga Lebanon yang kembali ke rumah mereka telah menyebar luas di dunia maya, memberikan harapan bagi banyak orang di Gaza. Banyak yang menemukan surat-surat ketika kembali ke rumah mereka dari pejuang Hezbollah yang menggunakan rumah tersebut untuk tempat tinggal dan makanan selama konflik berlangsung.
Salah satu surat yang ditemukan menyertakan sejumlah uang dan berbunyi, "Mohon maaf kami telah menggunakan rumah, mata pencaharian, dan persediaan Anda. Untuk menjaga hati nurani kami, kami memutuskan untuk meninggalkan sejumlah uang sebagai kompensasi. Kami berharap Anda kembali ke rumah yang indah ini dengan kepala tegak." Surat ini menunjukkan rasa hormat dan kesadaran dari mereka yang terlibat dalam konflik.
gencatan senjata Lebanon Gaza Hezbollah pulang rumah