Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kematian akibat kanker serviks di kalangan wanita muda di Amerika Serikat mengalami penurunan yang signifikan, yaitu sebesar 62%. Penurunan ini merupakan pencapaian besar dalam upaya pencegahan kanker. Penurunan kematian ini terjadi seiring dengan meningkatnya penggunaan vaksin HPV, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA ini mengungkapkan bahwa angka kematian akibat kanker serviks turun drastis dari 0,02 menjadi 0,007 kematian per 100.000 orang antara tahun 2016 hingga 2021. Dalam angka nyata, ini berarti jumlah kematian tahunan berkurang dari 35 menjadi hanya 13 kasus di kalangan wanita berusia di bawah 25 tahun. Diperkirakan, ada sekitar 26 kematian yang berhasil dicegah yang seharusnya terjadi jika tren sebelumnya berlanjut.
Keberhasilan ini mencerminkan dampak positif dari program vaksinasi di Amerika Serikat, di mana 78,5% wanita telah menerima setidaknya satu dosis vaksin HPV. Temuan ini juga sejalan dengan hasil serupa yang ditemukan di negara-negara seperti Australia, di mana program vaksinasi yang komprehensif telah menurunkan angka kanker serviks ke tingkat yang sangat rendah.
Vaksin HPV berfungsi untuk melindungi dari virus yang dapat menyebabkan kanker serviks dan jenis kanker lainnya. Dengan meningkatnya kesadaran dan akses terhadap vaksin ini, diharapkan penurunan kematian akibat kanker serviks dapat terus berlanjut di masa depan.
kanker serviks vaksin HPV wanita muda penurunan kematian