Kediri, 26 November 2024 – Prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara (AU) berhasil melaksanakan Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U) di Bandara Dhoho, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari Manuver Lapangan (Manlap) dalam Latihan Angkasa Yudha 2024.
Operasi ini bertujuan untuk mensimulasikan upaya perebutan pangkalan udara yang diasumsikan dikuasai oleh musuh. Dalam simulasi tersebut, prajurit Kopasgat menggunakan berbagai strategi dan melibatkan beberapa satuan dan kemampuan tempur. Strategi ini mencakup pengerahan pasukan dari elemen Kopasgat, termasuk Pengendali Tempur (Dalpur), Satuan Tempur (Satpur), Pengendali Pangkalan (Dallan), serta Pertahanan Udara (Hannud).
Operasi diawali dengan infiltrasi oleh pasukan Dalpur yang bertugas menyiapkan Dropping Zone (DZ) di area yang telah ditentukan. Langkah ini sangat penting untuk memastikan titik pendaratan yang aman sebelum tim Satpur melakukan penyerbuan. Setelah tim Satpur berhasil menguasai bandara, tugas selanjutnya diberikan kepada tim Dallan untuk memulihkan fungsi pangkalan udara sehingga dapat kembali dioperasikan.
Setelah itu, unit pertahanan udara (Hannud) dikerahkan menggunakan kendaraan taktis P6 Atav. Mereka tiba melalui Airlanded menggunakan pesawat C-130J Super Hercules. Ini dilakukan untuk memperkuat penguasaan pangkalan yang berhasil direbut oleh prajurit TNI AU.
Latihan ini bukan hanya sekadar simulasi, tetapi juga menjadi uji kemampuan prajurit Kopasgat dalam merebut dan mengendalikan objek vital nasional. Pangkalan udara memiliki peran penting dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) yang dilakukan oleh TNI.
Dengan keberhasilan ini, TNI Angkatan Udara menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Seperti yang tertera dalam motto mereka, "TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati," yang menegaskan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.
TNI AU Bandara Dhoho Operasi Militer Kediri Latihan