Sekitar 10 juta anak-anak usia sekolah di Inggris kembali ke kelas minggu ini setelah masa liburan musim panas yang panjang. Hal ini merupakan suatu kebangkitan bagi siswa yang rindu belajar di sekolah.
Namun, di balik kembalinya siswa ke sekolah, terdapat masalah serius yang dihadapi oleh profesi pengajaran. Banyak guru di Inggris, terutama yang bekerja di sekolah menengah, memilih untuk meninggalkan pekerjaan mereka.
Dalam dua tahun terakhir, lebih dari 36.200 guru berhenti bekerja. Ini adalah angka tertinggi sejak catatan ini mulai dihimpun pada tahun 2010. Angka ini menunjukkan betapa kurangnya minat profesional di bidang pendidikan dan tantangan yang dihadapi oleh para pendidik.
Sir Keir Starmer, perdana menteri saat ini, menyebutkan bahwa perekrutan guru merupakan salah satu dari enam langkah awal untuk perubahan dalam manifesto pemilihan Partai Buruh. Namun, mendorong lebih banyak orang untuk menjadi guru adalah satu hal; mempertahankan mereka dalam profesi ini adalah tantangan yang berbeda.
Kepentingan untuk mengetahui alasan di balik keputusan guru untuk berhenti mengajar dan apa yang coba dilakukan pemerintah untuk membuat pekerjaan ini lebih menarik terus menjadi sorotan. Menjaga motivasi dan dukungan untuk para guru menjadi kunci agar mereka tetap bertahan dalam profesi yang mulia ini.
Dengan ketidakstabilan dalam profesi pendidikan, penting untuk terus mendiskusikan langkah-langkah yang diperlukan agar pendidikan di Inggris tetap berkualitas dan menarik bagi para calon guru.
Foto: Getty Images
krisis guru Inggris berhenti mengajar pendidikan