Minggu lalu, Brasil mengambil langkah tegas dengan memblokir akses ke X, salah satu jaringan sosial yang paling populer di negara tersebut. Langkah ini bertepatan dengan tren serupa di negara-negara lain di seluruh dunia.
Di Inggris, hakim menjatuhkan hukuman penjara kepada pengguna media sosial yang mengunggah pesan selama kerusuhan yang baru-baru ini terjadi. Sementara itu, di Amerika Serikat, ada rencana untuk melarang TikTok, sebuah aplikasi yang sangat populer dan dimiliki oleh perusahaan Cina.
Tindakan tegas terhadap platform-platform ini dianggap penting dalam beberapa kasus untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, ada juga kekhawatiran bahwa beberapa tindakan tersebut berupaya untuk membungkam suara yang seharusnya dilindungi oleh hukum.
Obyek kritik yang paling keras datang dari kalangan kanan, termasuk Elon Musk, yang merupakan pemilik X. Di sisi lain, banyak yang mengidentifikasi diri sebagai liberal mendukung langkah-langkah ini, melihatnya sebagai upaya untuk melawan para miliarder pendukung Donald Trump.
Polemik seputar kebebasan berbicara di media sosial terus bergulir, menimbulkan pertanyaan tentang batasan apa yang seharusnya ada untuk melindungi masyarakat.
Brazil jaringan sosial blokir TikTok