Karyawan Amazon di seluruh dunia sedang mempersiapkan diri untuk melakukan aksi protes dan mogok pada hari Black Friday, yang dikenal sebagai salah satu hari belanja terbesar dalam setahun. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan global yang diorganisir oleh UNI Global Union, sebuah organisasi yang mewakili pekerja di industri layanan, serta kelompok aktivis Progressive International.
Aksi protes ini direncanakan akan berlangsung di lebih dari 20 negara, dimulai pada Black Friday dan berlanjut hingga Cyber Monday, hari belanja online terbesar dalam setahun. Karyawan Amazon akan meminta agar perusahaan membayar upah yang adil kepada semua karyawan dan berkomitmen untuk menjaga lingkungan.
Pada tahun 2022, pekerja gudang Amazon di Staten Island, Amerika Serikat, menjadi unit perusahaan pertama yang berhasil memilih untuk membentuk serikat pekerja. Sejak saat itu, Amazon mengeluarkan jutaan dolar untuk menghalang-halangi usaha karyawan dalam membentuk serikat.
Selama protes, para pekerja akan menyampaikan tuntutan agar Amazon membayar pajak yang seharusnya mereka bayar dan menghormati hak-hak karyawan untuk berserikat. Aksi ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat dan meningkatkan kesadaran mengenai perlunya perlakuan yang lebih baik bagi pekerja di perusahaan besar seperti Amazon.
Dengan semakin banyaknya pekerja yang bersatu, harapan untuk mendapatkan perubahan yang positif semakin besar. Ini adalah momen penting bagi karyawan Amazon di seluruh dunia untuk bersuara dan menuntut hak mereka.
Amazon protes mogok Black Friday serikat pekerja