Di Jepang, aktivis menggelar protes menentang salah satu produsen robotika terbesar di negara tersebut, FANUC Corporation. Tuduhan yang dilayangkan terhadap perusahaan ini cukup serius. Mereka dituduh telah mendapatkan keuntungan dari konflik yang terjadi di Gaza, serta melanggar kebijakan perusahaan sendiri dengan membantu industri pertahanan Israel.
Protes tersebut berlangsung di depan kantor pusat FANUC yang terletak di wilayah Tochigi. Para pengunjuk rasa termasuk kelompok Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) menyerukan agar perusahaan Jepang ini memutuskan semua hubungan dengan Israel. Mereka juga meminta agar FANUC berhenti berkolaborasi dengan perusahaan pertahanan yang mendukung militer Israel.
FANUC, yang dikenal sebagai produsen sistem otomasi dan robot, membantah semua tuduhan tersebut. Perusahaan ini menegaskan bahwa mereka tidak berkontribusi pada konflik dan bahwa etikanya dalam berbisnis sudah sesuai dengan peraturan yang ada.
Kasus ini menggambarkan betapa kompleksnya isu etika dalam dunia manufaktur global. Ketika perusahaan besar beroperasi di berbagai negara, seringkali ada hubungan yang rumit antara bisnis dan politik.
FANUC protes aktivis Gaza perusahaan robotika