Seoul, Korea Selatan – Kantor Kejaksaan Korea Selatan telah menuntut hukuman penjara selama lima tahun terhadap CEO Samsung Electronics, Lee Jae-yong. Tuntutan ini terkait dengan kasus penyimpangan dalam proses merger antara Cheil Industries dan Samsung C&T yang terjadi beberapa tahun lalu.
Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tinggi Seoul pada hari Senin, 25 November 2024, jaksa juga mengajukan tuntutan denda sebesar 500 juta won, yang setara dengan sekitar 5 miliar rupiah. Tuntutan ini mencerminkan keseriusan kasus yang melibatkan salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan.
Jaksa mengungkapkan bahwa manajemen Samsung berperan aktif dalam mengamankan penggabungan kedua perusahaan tersebut dengan mengklaim bahwa merger itu sangat penting untuk kepentingan nasional Korea Selatan. Namun, mereka juga dituduh telah menyesatkan para pemangku kepentingan dan merusak kewajaran ekonomi serta pasar modal.
Lebih lanjut, manajemen Samsung meyakinkan para pemegang saham dari Samsung C&T bahwa penggabungan ini akan meningkatkan pendapatan perusahaan hingga 60 triliun won pada tahun 2020. Namun, dalam prosesnya, mereka juga meminta para pemegang saham untuk menerima syarat yang tidak menguntungkan, termasuk rasio tukar saham yang dinilai merugikan, yaitu 1 banding 0,35.
Kasus ini menarik perhatian publik dan menjadi sorotan karena melibatkan salah satu tokoh penting dalam industri teknologi Korea Selatan. Reaksi dari masyarakat juga sangat beragam, ada yang mendukung tindakan hukum ini dan ada juga yang menganggapnya sebagai bagian dari persaingan bisnis yang tidak sehat.
Dengan tuntutan ini, nasib Lee Jae-yong kini berada di tangan pengadilan. Keputusan akhir dari Pengadilan Tinggi Seoul diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kasus yang sudah berlangsung cukup lama ini.
Samsung Lee Jae-yong merger Kejaksaan Korea Selatan