Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Hari Guru Nasional: Perjuangan Kesejahteraan Guru di Indonesia

Setiap tanggal 25 November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Tanggal ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya kesejahteraan para guru di tanah air. Di berbagai daerah, guru masih menghadapi masalah yang serius terkait penghasilan yang rendah. Banyak dari mereka bahkan merasa seperti sukarelawan karena gaji yang mereka terima sangat minim.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru mulai mengalami perbaikan. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui program sertifikasi. Namun, Haedar mengingatkan bahwa perbaikan ini belum sepenuhnya merata di seluruh Indonesia.

Masalah kesejahteraan ini juga sangat penting bagi guru-guru swasta. Mereka juga berkontribusi besar dalam mencerdaskan bangsa, sama halnya dengan guru-guru negeri. Haedar menjelaskan, "Usaha mencerdaskan kehidupan bangsa sejatinya tidak mengenal negeri dan swasta. Di banyak daerah, ketika lembaga pendidikan negeri belum ada, lembaga swasta, termasuk yang diselenggarakan oleh organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, hadir untuk memberikan pendidikan. Mereka beroperasi dengan kemandirian dan sering kali dengan sumber daya yang terbatas."

Haedar berharap bahwa upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru yang saat ini sedang dilakukan dapat tercapai. Dia mengajak semua pihak untuk mendukung guru dalam perjuangan mereka.

Apakah kalian setuju dengan pendapat Ketua Umum Muhammadiyah ini? Mari kita dukung para guru kita agar mereka bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.

library_books Kabarmuhammadiyah