Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pemerintah Kirim Dokter ke Empat Negara Atasi Kekurangan Onkologi

Pemerintah Indonesia berencana mengirim dokter ke empat negara, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, dan India. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis onkologi atau kanker di tanah air.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa penanganan kanker di Indonesia saat ini belum optimal. Hal ini disebabkan oleh minimnya jumlah dokter onkologi. Menurutnya, "Persoalan terbesar dalam penanganan kanker di Indonesia adalah dokternya. Kita tidak punya dokter onkologi yang cukup," ujarnya dalam keterangan resmi pada hari Senin, 25 November 2024.

Minimnya jumlah dokter spesialis ini menyebabkan distribusi alat kesehatan ke rumah sakit di daerah terhambat. Tanpa adanya dokter spesialis, alat kesehatan tidak dapat digunakan secara optimal. Oleh karena itu, pemerintah meluncurkan program beasiswa atau fellowship dan mengembalikan kolegium kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Program ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dokter yang mampu menangani kanker, sehingga lebih banyak pasien dapat diselamatkan.

Menteri Kesehatan juga menyatakan, "Karena kita mau mempercepat program fellowship, sehingga dokter spesialis penyakit dalam bisa melakukan kemoterapi." Dengan program ini, dokter-dokter yang dikirim ke luar negeri akan mendapatkan pelatihan khusus.

Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama dengan China, Jepang, Korea Selatan, dan India untuk mengirimkan 100 dokter setiap tahunnya. Para dokter ini akan mengikuti program fellowship dalam bidang seperti kardiologi intervensional dengan durasi pelatihan berkisar antara 6 hingga 24 bulan.

Menurut Menkes, kebijakan ini diambil juga karena terbatasnya kapasitas pendidikan di dalam negeri untuk program fellowship. Untuk menyukseskan program ini, dukungan dari berbagai pihak, terutama dari kolegium, sangat penting. Tanpa dukungan kolegium, program peningkatan jumlah dokter spesialis yang berkualitas akan sulit diwujudkan.

"Bagi sebagian kelompok, upaya ini tidak populer, tapi kita harus ingat 234 ribu orang meninggal setiap tahunnya karena kanker," tambahnya. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan dapat mengurangi angka kematian akibat kanker dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

library_books Idx Channel