Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

ICE Siapkan Teknologi Canggih untuk Deportasi Imigran

Agensi Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakan rencana deportasi besar-besaran yang dipromosikan oleh Presiden terpilih Donald Trump. Rencana ini direncanakan akan dimulai ketika Trump resmi menjabat pada bulan Januari mendatang.

Dalam tiga bulan sebelum pemilihan November, ICE telah menandatangani kontrak senilai 20 juta dolar untuk membeli teknologi baru. Teknologi ini meliputi alat untuk menyadap, pengawasan, dan forensik yang dapat digunakan untuk memantau dan melacak individu yang tidak memiliki dokumen resmi di Amerika Serikat.

Menurut ulasan Forbes mengenai kontrak-kontrak terbaru yang ditandatangani oleh ICE, terdapat kesepakatan untuk membeli berbagai alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap panggilan telepon, pesan teks, dan aktivitas media sosial. Selain itu, ada juga teknologi yang dapat mengenali wajah, meretas smartphone dari jarak jauh, serta mengakses isi perangkat, termasuk data yang telah dihapus.

Perusahaan-perusahaan yang memproduksi alat-alat ini termasuk Paragon dan Cellebrite yang berbasis di Israel, Magnet Forensics dari Kanada, serta Pen-Link, kontraktor penegakan hukum utama di Amerika. Ada juga Clearview AI, perusahaan yang kontroversial karena teknologi pengenalan wajahnya. Dalam lima bulan terakhir, perusahaan-perusahaan ini menerima pesanan pembelian federal terbesar mereka hingga saat ini, semua dari ICE, seperti yang ditunjukkan dalam catatan kontrak.

Dengan adanya teknologi canggih ini, ICE berharap dapat lebih efektif dalam melaksanakan rencana deportasi yang dicanangkan Trump. Namun, rencana ini juga menimbulkan banyak pertanyaan dan kritik mengenai privasi dan hak asasi manusia bagi individu yang terkena dampaknya.

library_books Forbes