Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dampak Lookism pada Wanita di Tempat Kerja

Lookism atau yang sering disebut "privilege karena penampilan" menggambarkan fenomena di mana orang yang dianggap menarik secara fisik sering kali mendapatkan keuntungan. Namun, fenomena ini ternyata lebih rumit bagi wanita di tempat kerja.

Berdasarkan penelitian terbaru oleh Amy Diehl dan Leanne M. Dzubinski yang melibatkan 913 pemimpin wanita, terungkap bahwa wanita sering kali dihadapkan pada kritik terkait penampilan mereka, terlepas dari seberapa menarik atau tidaknya mereka. Penelitian ini mencakup analisis terhadap unggahan media sosial dan artikel yang menyoroti berbagai cara di mana penampilan wanita "tidak pernah cukup baik" di tempat kerja.

Kritik tersebut mencakup berbagai aspek, seperti gaya rambut, tato, ukuran tubuh, kehamilan, hingga senyuman. Wanita yang dianggap tidak menarik sering kali mengalami diskriminasi, tetapi wanita yang dianggap menarik juga tidak luput dari perhatian negatif. Mereka sering kali dinilai berdasarkan penampilan, dan ini dapat mempengaruhi cara mereka diperlakukan serta peluang karir yang mereka dapatkan.

Penelitian ini membuka wawasan tentang bagaimana penampilan dapat memengaruhi pengalaman wanita di dunia kerja. Keterlibatan dan dukungan terhadap keberagaman di tempat kerja sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan adil bagi semua wanita, terlepas dari penampilan mereka.

Bagi wanita yang bekerja, pemahaman tentang isu-isu ini dapat membantu mereka menghadapi tantangan yang ada dan berusaha untuk mengubah cara pandang terhadap penampilan di tempat kerja.

library_books Fastcompany