Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Jawa Tengah Kembali Alami Deflasi pada Agustus 2024

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah mencatat bahwa gabungan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di provinsi ini kembali mengalami deflasi pada bulan Agustus 2024. Deflasi adalah penurunan umum harga barang dan jasa dalam suatu ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa harga barang tidak mengalami kenaikan, bahkan menurun.

Menurut data yang dirilis, gabungan kota di Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dalam perhitungan month to month (mtm). Namun, angka deflasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,13 persen (mtm). Ini berarti meskipun ada penurunan harga, tingkat deflasi berkurang.

Secara tahunan, inflasi gabungan kota di Jawa Tengah berada pada angka 1,77 persen year on year (yoy). Angka ini juga lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai 2,12 persen (yoy). KPwBI menjelaskan bahwa inflasi di Jawa Tengah masih berada dalam rentang sasaran target inflasi yang ditetapkan, yaitu 2,5±1 persen.

“Secara spasial, mayoritas kota IHK di Jawa Tengah mencatatkan deflasi, kecuali Tegal dan Rembang. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Wonosobo, yang pada periode laporan mencatatkan deflasi sebesar 0,17 persen (mtm),” ujar Kepala KPwBI Jateng, Rahmat Dwisaputra, dalam keterangan persnya pada Rabu, 4 September 2024.

Informasi mengenai tren harga di daerah ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap harga pangan dan kebutuhan pokok masih perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Dengan perkembangan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi inflasi dan deflasi yang terjadi di lingkungan mereka.

library_books Idx Channel