Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan. Pada tahun 2023, tercatat ada 48,27 juta orang dari kelas menengah. Namun, angka tersebut menurun menjadi hanya 47,85 juta pada tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya tantangan serius yang dihadapi perekonomian nasional.
Kelas menengah di Indonesia memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Mereka biasanya memiliki daya beli yang tinggi dan berkontribusi besar terhadap konsumsi. Hal ini mengarah pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan berbagai sektor industri. Namun, menurut Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, keberadaan kelas menengah yang menurun dapat mengancam ekonomi. "Dengan bertumbuhnya kelas menengah berpotensi mendorong peningkatan konsumsi dan pada gilirannya pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, jika berkurang, maka juga akan menggerus pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam keterangan resminya.
Menanggapi perubahan ini, Anis Byarwati mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkret. Dia memperingatkan agar pemerintah tidak lagi mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kontraproduktif, yang bisa menekan perekonomian kelas menengah. “Daya beli masyarakat akan melemah jika kebijakan tidak diperhatikan,” tambahnya.
Penurunan kelas menengah ini bisa jadi pertanda perlunya evaluasi dan peningkatan kebijakan ekonomi untuk menjaga kondisi perekonomian nasional ke depan.
kelas menengah perekonomian nasional BPS