Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Scholz Mengunjungi Solingen Pasca Serangan Menggunakan Pisau yang Fatal

Tiga hari setelah serangan menggunakan pisau yang menewaskan tiga orang di Solingen, Kanzler Jerman, Olaf Scholz, mengunjungi lokasi kejadian. Dalam kunjungan tersebut, Scholz meletakkan sebuah bunga mawar putih sebagai tanda duka cita. Ia juga berbicara dengan petugas yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut. Scholz menyatakan, "Kami berduka bersama semua orang di kota ini."

Serangan yang terjadi di sebuah festival kota pada Jumat malam itu mengakibatkan tiga orang tewas dan delapan lainnya terluka, empat di antaranya mengalami luka serius. Pelaku, yang berusia 26 tahun dan berasal dari Suriah, telah ditangkap dan sedang dalam penyelidikan karena dugaan keterlibatan dengan kelompok teroris Negara Islam (ISIS) dan tuduhan pembunuhan.

Dalam pernyataannya, Scholz mengumumkan bahwa akan ada langkah-langkah politik yang mengarah pada perubahan undang-undang senjata dan pengungsi. Menurutnya, tindakan harus diambil "jika perlu dengan regulasi hukum" untuk mempercepat proses deportasi. Scholz juga menekankan pentingnya pelaksanaan kebijakan yang konsisten dan efektif.

Beberapa politisi, termasuk pemimpin CDU Friedrich Merz, telah menyerukan agar pemerintah lebih ketat dalam menghadapi masalah ini. Merz mengatakan, "Cukup sudah!" dalam menyoroti apa yang ia sebut sebagai "kebijakan imigrasi naif" dari pemerintah. Ia menyerukan agar pengungsi dari negara seperti Suriah dan Afghanistan tidak lagi diterima, meskipun belum ada penjelasan konkret tentang pelaksanaannya secara hukum.

Kanzler Scholz dan Merz direncanakan akan bertemu dalam waktu dekat untuk membahas serangan tersebut dan tindakan yang diperlukan ke depannya, menurut Thorsten Frei, seorang pejabat di fraksi CDU/CSU.

Sebelumnya, Scholz juga mengumumkan kembali niat untuk mendeportasi pelaku kejahatan berat dan ancaman teroris ke Afghanistan dan Suriah setelah serangan mematikan di Mannheim pada bulan Juni. Vizekanzler Robert Habeck menegaskan bahwa "tidak ada toleransi untuk pembunuh, teroris, dan Islamis." Dia menambahkan bahwa jika pelaku merupakan pencari suaka, mereka sudah kehilangan hak perlindungan di Jerman

library_books