Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Islamabad Dikenakan Lockdown Menyusul Rencana Demonstrasi

Ibu kota Pakistan, Islamabad, kini berada dalam keadaan lockdown menyusul rencana demonstrasi oleh para pendukung mantan Perdana Menteri Imran Khan. Mereka menyerukan pembebasan Khan yang saat ini sedang mendekam di penjara.

Para pengunjuk rasa tidak hanya menuntut kebebasan bagi Khan, tetapi juga meminta pembebasan anggota lain dari partai Khan, yaitu Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), yang juga saat ini ditahan. Selain itu, mereka menuntut pengunduran diri pemerintah saat ini, yang mereka anggap berkuasa melalui pemilihan yang curang.

Pemerintah Pakistan merespons dengan menghentikan layanan mobile dan internet di beberapa "daerah yang dianggap rawan". Selain itu, jalan-jalan utama menuju Islamabad juga ditutup, mengingat banyak pendukung PTI yang diperkirakan akan memasuki kota untuk bergabung dalam aksi protes ini.

Menurut pernyataan dari polisi setempat, semua bentuk pertemuan telah dilarang berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusuhan dan menjaga keamanan di kota tersebut.

Imran Khan, yang dipecat dari jabatannya melalui suara tidak percaya pada April 2022, telah menjalani hukuman penjara selama tiga tahun sejak 2023. Meskipun menghadapi sekitar 150 kasus kriminal, Khan masih menjadi sosok yang populer di dunia politik Pakistan. Para pendukungnya berpendapat bahwa semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya bersifat bermotif politik.

library_books Dwnews