Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak 2024 akan segera berlangsung. Ini adalah salah satu peristiwa demokrasi terbesar di Indonesia, di mana masyarakat dari berbagai daerah akan berpartisipasi untuk memilih pemimpin mereka. Namun, ada tantangan besar yang harus dihadapi, yaitu ujaran kebencian.
Ujaran kebencian dapat memecah belah masyarakat dan menciptakan polarisasi. Untuk menangani masalah ini, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) bekerja sama dengan Monash University untuk melakukan pemantauan terhadap ujaran kebencian. Pemantauan ini akan dilaksanakan di lima wilayah, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara.
Diskusi online mengenai pemantauan ini akan diadakan pada:
- Tanggal: Minggu, 24 November
Narasumber yang akan berbagi informasi dalam diskusi ini adalah:
- Dr. Derry Wijaya, Co-Director Monash Data & Democracy Research Hub dan Associate Professor di Data Science Monash University, Indonesia.
- Dr. Ika Idris, Co-Director Monash Data & Democracy Research Hub dan Associate Professor di Public Policy & Management Monash University, Indonesia.
- Adi Marsiela, Koordinator CekFakta.
Diskusi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak ujaran kebencian dalam konteks PILKADA. Mari kita bersama-sama menjaga demokrasi agar tetap sehat dan tidak terpecah belah. Ayo bergabung dan tandai kalendermu!
PILKADA ujaran kebencian AJI pemantauan Monash University