Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Google Fokus pada Kecerdasan Buatan melalui DeepMind

Google, perusahaan teknologi besar, berusaha keras untuk menjadi pemimpin dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Meskipun memiliki banyak keahlian teknis, mereka masih menghadapi tantangan dalam membangun reputasi sebagai pemimpin di industri ini. Kini, Google mengandalkan organisasi DeepMind dan CEO mereka, Demis Hassabis, untuk membantu mencapai tujuan tersebut.

Demis Hassabis menyebut DeepMind sebagai "mesin penggerak Google". Misi DeepMind tidak hanya terbatas pada pengembangan teknologi AI untuk Google saja, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu mencapai kecerdasan umum buatan atau AGI. AGI adalah tahap di mana mesin dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia.

Selama bertahun-tahun, Hassabis termotivasi oleh potensi AI untuk menyelesaikan beberapa tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia. Google juga mendukung visi ini dan memberikan kebebasan kepada Hassabis untuk mengejar ambisi tersebut. Namun, saat ini, ia harus menyeimbangkan antara tujuan besar ini dengan tekanan yang semakin meningkat untuk menghadirkan teknologi baru yang dapat menjaga relevansi produk-produk utama Google.

Untuk lebih memahami pendekatan Google terhadap AI, majalah Fast Company menghabiskan waktu bersama Demis Hassabis. Hasil wawancara dan penjelasan mengenai visi dan tantangan yang dihadapi DeepMind akan tersedia di majalah yang akan terbit pada tanggal 17 Desember. Bagi yang tidak sabar, bisa membaca cerita lengkapnya di tautan yang tersedia di bio mereka.

Dengan fokus yang kuat pada pengembangan AI, Google berharap bisa menjadi pionir dalam teknologi yang dapat mengubah dunia.

library_books Fastcompany