Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Negara Berkembang Minta Satu Triliun Dolar di Konferensi Iklim PBB

Pada Konferensi Iklim PBB yang berlangsung baru-baru ini, negara-negara berkembang meminta dana sebesar satu triliun dolar AS setiap tahun dari negara-negara industri. Jumlah ini setara dengan total pengeluaran pemerintah federal, negara bagian, dan daerah di Jerman dalam satu tahun.

Konferensi ini mengalami perpanjangan karena para peserta belum mencapai kesepakatan. Meskipun telah ada rancangan teks akhir setelah dua minggu perundingan, belum ada persetujuan yang dicapai.

Salah satu masalah utama yang menjadi sorotan adalah seberapa besar peningkatan aliran dana ke negara-negara berkembang. Kepresidenan konferensi mengusulkan bahwa negara-negara industri harus mengumpulkan sekitar 250 miliar dolar AS setiap tahun hingga tahun 2035.

Saat ini, dana iklim global yang tersedia mencapai sekitar 100 miliar dolar AS per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar dua pertiga dialokasikan untuk proyek-proyek perlindungan iklim. Dalam perjanjian Paris tahun 2015, negara-negara telah sepakat untuk membagi dana ini menjadi dua bagian: satu untuk perlindungan iklim dan satu untuk penyesuaian iklim. Namun, untuk bantuan darurat akibat bencana iklim, dana yang tersedia saat ini kurang dari satu miliar dolar AS per tahun.

Organisasi perlindungan iklim dan hak asasi manusia menegaskan bahwa dukungan yang ada saat ini masih sangat kurang, terutama dalam hal bantuan bencana dan adaptasi iklim. Mereka berpendapat bahwa untuk berargumen bahwa perlindungan iklim tidak dapat dibiayai karena krisis lainnya adalah pandangan yang terlalu sempit. Perubahan iklim dapat memicu krisis militer, seperti konflik untuk mendapatkan air bersih yang semakin langka.

Para ahli iklim, organisasi non-pemerintah, serta politisi juga mengusulkan sumber pendanaan baru, termasuk pajak minimum global untuk miliarder. Jika dikenakan pajak wajib sebesar dua persen pada kekayaan sekitar 3.000 miliarder di seluruh dunia, diperkirakan akan terkumpul 250 miliar euro setiap tahun.

Dengan adanya tuntutan tersebut, diharapkan negara-negara industri dapat lebih memperhatikan masalah perubahan iklim dan memberikan dukungan yang lebih besar kepada negara-negara berkembang.

library_books Tagesschau