Di tengah krisis politik yang serius, Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, memutuskan untuk memajukan perayaan Natal hingga hampir tiga bulan lebih awal. Dalam sebuah acara televisi, Maduro menyatakan, "Das Weihnachtsfest kommt mit Frieden, Freude und Sicherheit," yang artinya, "Perayaan Natal membawa damai, suka cita, dan keamanan." Ini merupakan langkah yang mengejutkan banyak orang.
Tradisi Natal di Venezuela biasanya meliputi pembagian paket makanan oleh pemerintah sosialistik. Paket-paket ini sering kali berisi berbagai bahan makanan, termasuk daging babi, yang dibagikan di kawasan kumuh di seluruh negara tersebut. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu, terutama selama periode perayaan.
Namun, situasi politik di Venezuela kini sangat tegang. Pemilihan presiden yang diadakan pada 28 Juli baru-baru ini dibayangi oleh berbagai tuduhan kecurangan. Para oposisi berpendapat bahwa pemerintah di Caracas telah melakukan penipuan dalam proses pemungutan suara dan mereka mengklaim kemenangan untuk kandidat mereka, Edmundo González Urrutia.
Pada Senin lalu, sebuah pengadilan yang didukung oleh jaksa penuntut umum yang loyal kepada pemerintah mengeluarkan perintah penahanan terhadap González, yang sebelumnya menjabat sebagai diplomat. Ini menambah ketegangan di negara yang sudah bergejolak ini.
Bukan hanya di dalam negeri, protes terhadap hasil pemilu yang mereka anggap tidak adil juga bergulir di luar Venezuela. Banyak pengunjuk rasa, yang menentang pemerintah, telah turun ke jalan untuk menyampaikan pendapat mereka mengenai penipuan pemilu.
Perayaan Natal yang dipajukan oleh Maduro ini menjadi salah satu cara untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah politik yang sedang berlangsung. Namun, banyak yang meragukan apakah langkah ini akan efektif dalam mengurangi ketegangan sosial di Venezuela.
Venezuela Natal Nicolás Maduro