Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kematian dan Serangan Terus Berlanjut di Gaza dan Lebanon

Pada tanggal 21 November 2023, situasi di Gaza dan Lebanon semakin memburuk akibat serangan yang terus dilakukan oleh Israel. Menurut kementerian kesehatan Gaza, dalam 24 jam terakhir, 71 warga Palestina tewas akibat serangan tersebut. Sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober 2023, total kematian mencapai 44.056 orang, dengan lebih dari 104.268 orang lainnya mengalami luka-luka.

Di Tepi Barat yang diduduki, rata-rata tiga anak Palestina tewas setiap minggu akibat aksi militer Israel, menurut laporan dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA). Ini menunjukkan dampak serius yang dialami oleh anak-anak di wilayah tersebut.

Di tingkat internasional, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. Kantor Netanyahu menyebut keputusan ICC sebagai tindakan antisemitisme. Namun, Josep Borrell, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, mengatakan bahwa surat perintah tersebut bukanlah masalah politik dan harus dihormati.

Afrika Selatan juga menyambut baik keputusan ICC, menyebutnya sebagai langkah signifikan menuju keadilan atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang di Palestina. Amnesty International menyatakan bahwa Netanyahu kini resmi menjadi buronan.

Di sisi lain, Amerika Serikat menolak keputusan ICC dan menyatakan bahwa mereka tidak mendukung penangkapan Netanyahu dan Gallant.

Sementara itu, di Lebanon, serangan Israel telah mengakibatkan kematian setidaknya 3.583 orang dan melukai 15.244 orang sejak Oktober 2023. Kementerian kesehatan Lebanon melaporkan bahwa 25 orang tewas pada hari Rabu lalu.

Di Suriah, Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah melaporkan bahwa serangan udara Israel di Palmyra merupakan yang paling intensif hingga saat ini, dengan jumlah korban tewas mencapai 79 orang. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya berdampak pada Palestina, tetapi juga pada negara-negara tetangga, termasuk Lebanon dan Suriah.

Krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah ini semakin mendalam, dengan banyak warga sipil yang menderita akibat konflik yang berkepanjangan. Dengan meningkatnya jumlah korban jiwa dan luka-luka, dunia terus mengamati perkembangan situasi ini dengan harapan akan adanya solusi damai.

library_books Middleeasteye