Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Festival Suara Warga: Kenang Perjuangan Munir dan Hak Asasi Manusia

Jakarta, 20 November 2024 – Dua puluh tahun setelah kasus Munir, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia masih terus terjadi. Meskipun berbagai rezim pemerintahan telah berganti, penyelesaian kasus ini belum juga terwujud.

Dalam rangka memperingati dan merawat ingatan tentang perjuangan hak asasi manusia, organisasi KontraS menggelar acara bertajuk "Kita Ada dan Berlipat Ganda". Acara ini berlangsung di pelataran Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Jakarta. Tema yang diangkat adalah "Merawat Spirit Munir: Mengawal Keberlanjutan Perjuangan Hak Asasi Manusia". Acara ini menjadi momentum menjelang hari lahir Munir yang jatuh pada 8 Desember dan peringatan hari Hak Asasi Manusia pada 10 Desember.

Koordinator Divisi Riset dan Dokumentasi KontraS, Muhammad Islah Satrio, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk memantik semangat perjuangan dan mendorong penegakan HAM serta keadilan di Indonesia. Dalam orasinya, Islah menegaskan, "Di sini kita melawan, merawat luka dan menolak lupa. Sosok Munir yang dihilangkan pada hari itu tidak akan membuat perjuangan kita untuk menegakkan keadilan pudar. Oleh karena itu, jangan diam dan lawan!"

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti penayangan film dokumenter berjudul "Bunga Dibakar", diskusi publik dengan kehadiran Komunitas MATRAMAN dan KOMPAK, serta pembacaan puisi dan pertunjukan musik oleh KontraS. Semua rangkaian acara ini bertujuan untuk mengingat jasa-jasa Munir dan mengajak masyarakat untuk terus berjuang demi HAM.

Festival Suara Warga ini menjadi salah satu cara untuk menegaskan bahwa perjuangan hak asasi manusia harus terus berlanjut, meski berbagai tantangan menghadang. Dengan mengingat Munir, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

Reporter: Laela Ramyani
Juru Kamera: Mutia Khairunisa
Perancang Rupa: Shafa Adha
Koordinator Liputan: Laela Ramyani
Redaktur: Riyasti Cahya Rabbani, Adellia Prameswari

#DNKNews #MelawanLupa #FestivalSuaraWarga #KawalHAM #Munir

library_books Dnktv