Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Septia Dilaporkan Pencemaran Nama Baik Usai Suarakan Hak Pekerja

Jakarta - Septia Dwi Pertiwi, seorang pekerja, kini berhadapan dengan masalah hukum setelah ia berusaha menyuarakan hak-haknya yang diduga dilanggar di tempat kerjanya yang lama. Ia dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik, padahal tujuannya hanyalah untuk memperbaiki kondisi pekerja di perusahaannya.

Pada Jumat, 22 November 2024, sebuah diskusi yang bertajuk "Kritik atasan, kok malah terancam dipenjara?" akan digelar melalui platform X Space oleh @amnestyindo. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan suara bagi Septia dan membahas isu pelanggaran hak pekerja yang semakin marak.

Dalam acara tersebut, Septia akan berbagi pengalamannya sebagai pekerja yang merasa hak-haknya dilanggar. Ia akan didampingi oleh Yolandasari B. Nainggolan, yang merupakan pendamping hukum dari @PBHI_Nasional, serta Daniel Tangkilisan, seorang aktivis lingkungan dan penyintas UU ITE. Hafizh Nabiyyin, Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi dari @safenetvoice, juga akan turut hadir dalam diskusi ini.

UU ITE, atau Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, sering menjadi perdebatan di Indonesia karena penggunaannya yang bisa berpotensi mengekang kebebasan berekspresi. Banyak orang yang merasa terancam oleh undang-undang ini ketika mereka mencoba untuk mengungkapkan kritik, terutama terhadap atasan atau perusahaan.

Septia, dalam perjuangannya, menekankan pentingnya pekerja untuk dapat menyuarakan pendapat mereka tanpa rasa takut akan pembalasan dari pihak perusahaan. "Saya hanya ingin hak-hak saya dihormati, bukan dihukum karena berbicara," ungkapnya.

Diskusi ini diharapkan bisa menarik perhatian masyarakat dan memberikan dukungan kepada Septia. Para peserta diundang untuk bergabung dan mendengarkan kisahnya serta berpartisipasi dalam diskusi yang penting ini.

Acara ini akan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk berani menyuarakan pendapat mereka.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Septia dapat mendapatkan keadilan dan hak-haknya sebagai pekerja yang seharusnya dihormati.

library_books Amnestyindonesia