Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Negosiasi Perjanjian Iklim COP29 Masih Alot di Azerbaijan

Negosiasi perjanjian iklim antara negara maju dan negara berkembang terus berlangsung dengan sulit di Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-29 atau COP29 yang digelar di Azerbaijan. Acara ini dimulai pada awal November dan dijadwalkan berakhir pada hari Jumat ini.

Salah satu masalah utama dalam perundingan ini adalah besarnya dana yang diminta oleh negara berkembang. Mereka menginginkan negara maju untuk menyediakan dana sebesar USD1,3 triliun atau sekitar Rp20.000 triliun setiap tahunnya. Dana ini diperlukan untuk membantu mereka melakukan aksi iklim yang lebih baik.

Namun, negara maju menolak untuk memberikan jumlah dana sebesar itu. Mereka menawarkan angka yang lebih kecil dan juga meminta sektor swasta serta negara berkembang yang kaya, seperti China dan Arab Saudi, untuk ikut berkontribusi dalam mendanai aksi iklim ini.

Menurut Wopke Hoekstra, Komisaris Iklim Uni Eropa, "Draf kesepakatannya belum bisa diterima." Ia menyatakan bahwa sampai saat ini, perundingan belum menemukan titik terang.

Ali Mohamed, ketua negosiator kelompok Afrika di COP29, menambahkan, "Kita belum mencapai titik temu dan kita membutuhkan negara maju untuk menyelesaikan masalah ini." Ia juga mengungkapkan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah angka konkret yang belum ditentukan.

Perundingan ini sangat penting karena berkaitan dengan upaya dunia untuk mengatasi perubahan iklim. Perubahan iklim menjadi isu global yang mempengaruhi semua negara, tetapi negara berkembang biasanya lebih rentan terhadap dampaknya.

Dengan waktu yang terus berjalan menjelang akhir konferensi, semua pihak berharap perundingan ini dapat segera menemukan kesepakatan yang memuaskan untuk semua pihak yang terlibat.

library_books Idx Channel