Pada hari Rabu, 20 November 2024, jaksa federal di New York mengajukan tuntutan hukum terhadap Gautam Adani, ketua salah satu konglomerat terbesar di India, Adani Group. Tuntutan ini diajukan dalam dokumen sepanjang 54 halaman yang menyebutkan keterlibatan Adani dan tujuh orang lainnya, termasuk keponakannya, Sagar Adani, dalam skema kriminal.
Jaksa menuduh bahwa "eksekutif senior dan direktur" di Adani Group terlibat dalam tindakan yang melibatkan suap lebih dari $250 juta kepada pejabat pemerintah India. Selain itu, mereka juga dituduh berbohong kepada investor dan bank untuk mengumpulkan dana hingga miliaran dolar, serta menghalangi proses hukum.
Menanggapi tuduhan tersebut, Adani Group menolak semua tuduhan yang diajukan terhadap mereka. Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan dan berencana untuk membela diri di pengadilan.
Kasus hukum ini diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama untuk diselesaikan. Proses hukum yang berlarut-larut ini bisa berpengaruh besar tidak hanya terhadap Adani Group, tetapi juga terhadap industri dan ekonomi di India.
Kasus ini merupakan yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir Adani Group menghadapi tuduhan kriminal dari negara lain. Hal ini menunjukkan adanya perhatian internasional yang lebih besar terhadap praktik bisnis di India.
Kita tunggu saja bagaimana perkembangan kasus ini, dan apa dampaknya terhadap masa depan Adani Group serta hubungan bisnis India di kancah global.
Foto: Getty Images
Gautam Adani Adani Group korupsi suap hukum