New York – Joanna Smith-Griffin, pendiri startup teknologi pendidikan AllHere Education, kini menghadapi tuntutan penipuan dari jaksa federal. Smith-Griffin dikenal setelah masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 pada tahun 2021 untuk kategori pendidikan.
Menurut laporan dari para jaksa di New York, Smith-Griffin dituduh telah berbohong selama bertahun-tahun mengenai pendapatan dan kontrak yang dimiliki oleh perusahaannya, AllHere Education. Dalam dakwaan tersebut, disebutkan bahwa perusahaan ini menerima dana sebesar 10 juta dolar AS dengan cara yang tidak benar.
AllHere Education, yang dibentuk di Harvard Innovation Labs, mengembangkan sebuah chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bertujuan untuk mengurangi angka ketidakhadiran siswa. Namun, pada awal tahun ini, perusahaan tersebut terpaksa memberhentikan sebagian besar karyawan dan saat ini sedang dalam proses kebangkrutan.
Perusahaan ini sebelumnya memiliki kontrak besar dengan Los Angeles Unified School District, salah satu distrik sekolah terbesar di Amerika. Namun, masalah keuangan yang dihadapi telah menghambat operasionalnya.
Joanna Smith-Griffin bukanlah satu-satunya pengusaha muda yang terjerat masalah hukum meskipun sebelumnya mendapatkan pengakuan. Beberapa nama terkenal lainnya yang juga pernah masuk dalam daftar Forbes dan menghadapi tuduhan kejahatan adalah Sam Bankman-Fried, Charlie Javice, dan Martin Shkreli.
Kasus ini menarik perhatian karena menunjukkan bahwa meskipun banyak entrepreneur muda yang sukses, mereka juga bisa terjerat dalam masalah hukum yang serius. Tuntutan terhadap Smith-Griffin menjadi pengingat bagi semua pelaku usaha untuk selalu berpegang pada integritas dan kejujuran dalam menjalankan bisnis.
Joanna Smith-Griffin AllHere Education penipuan Forbes 30 Under 30