Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kontroversi Rencana Pangkalan Israel Menurut Mantan Duta Besar AS

Mantan duta besar Amerika Serikat untuk Israel, David Friedman, mengungkapkan pandangannya terkait dukungan AS terhadap aneksasi Tepi Barat yang diduduki oleh Israel. Dalam bukunya yang berjudul "One Jewish State: The Last, Best Hope to Resolve the Israeli-Palestinian Conflict", Friedman menyatakan bahwa AS memiliki kewajiban “Alkitabiah” untuk mendukung langkah tersebut.

Friedman menjelaskan bahwa mantan Presiden Donald Trump tidak keberatan dengan opsi satu negara maupun dua negara, selama itu disepakati oleh pihak-pihak terkait. “Tujuan-tujuan beliau selalu bersifat praktis dan berfokus pada peningkatan kualitas hidup. Saya percaya bahwa jika Israel mendukung rencana ini, Trump pun akan mendukungnya,” tulis Friedman dalam bukunya yang diperoleh oleh media The Forward.

Di dalam buku tersebut, Friedman berargumen bahwa dukungan AS untuk aneksasi ini harus didasari oleh nilai-nilai dan ramalan Alkitabiah. Ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut “mengingatkan kita pada nilai-nilai dasar Yahudi-Kristen tentang kebaikan, martabat manusia, kerendahan hati, dan kemakmuran”.

Friedman juga menyatakan bahwa ia akan berbagi rencana aneksasi ini dengan Trump “pada saat yang tepat”. Salah satu unsur dari rencananya adalah mengalihkan dana sebesar $1 miliar yang ditujukan untuk warga Palestina, termasuk untuk layanan keamanan Otoritas Palestina, kepada Israel. Ini dilakukan agar Israel dapat “menegakkan dan mempertahankan kedaulatan atas Judea dan Samaria”, menggunakan istilah Ibrani untuk Tepi Barat yang diduduki.

Dalam satu bab khusus, Friedman menjelaskan visinya mengenai status hukum dari sekitar dua juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki. Ia berargumen bahwa “satu negara Yahudi” akan memberikan mereka hak hukum yang setara dengan warga Puerto Rico, yang merupakan wilayah AS di Karibia.

Pendapat Friedman menimbulkan perdebatan sengit di kalangan para politisi dan akademisi, mengingat isu Israel-Palestina adalah salah satu isu paling kompleks dan sensitif di dunia. Rencana ini kemungkinan akan berdampak signifikan terhadap hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara di Timur Tengah.

library_books Middleeasteye