Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pernyataan Keras Rabbi Utama Inggris Terhadap Pemerintah Soal Israel

Rabbi utama Inggris, Ephraim Mirvis, mengkritik pemerintah Inggris atas keputusan baru-baru ini untuk menangguhkan sebagian lisensi ekspor senjata ke Israel. Keputusan ini mendapatkan reaksi keras dari komunitas Yahudi di Inggris.

Melalui platform media sosial X, Mirvis menyatakan, "Benar-benar tidak dapat dipercaya bahwa pemerintah Inggris, yang merupakan sekutu strategis Israel, mengumumkan penangguhan sebagian lisensi senjata pada saat Israel sedang berjuang untuk kelangsungan hidupnya di tujuh front." Pernyataan ini menyoroti pentingnya hubungan antara Inggris dan Israel, terutama dalam konteks keamanan.

Banyak anggota komunitas Yahudi di Inggris yang tidak setuju dengan komentar Mirvis. Mereka berpendapat bahwa tidak adil untuk "mengaitkan Israel dan Yudaisme", dan menegaskan bahwa rabbi tersebut "tidak berbicara untuk mereka". LBC presenter, Ben Kentish, mengungkapkan di X, "Sangat sulit untuk melawan orang-orang yang salah mengaitkan Israel dan Yudaisme ketika Rabbi Utama Inggris terus melakukan tindakan seperti ini."

Jurnalis Rachel Shabi menambahkan bahwa "Rabbi utama Inggris sangat salah mengenai penangguhan senjata Inggris yang (terlalu) parsial kepada Israel dan seharusnya tidak mengomentari isu ini."

Pemerintah Inggris telah menangguhkan 30 lisensi ekspor senjata ke Israel setelah tinjauan oleh pemerintah Buruh baru, yang menemukan bahwa senjata buatan Inggris mungkin telah digunakan dalam pelanggaran hukum humaniter internasional di Gaza. Penangguhan ini diumumkan oleh Sekretaris Luar Negeri David Lammy di parlemen pada hari Senin. Penangguhan ini mencakup komponen untuk berbagai jenis pesawat militer, termasuk pesawat tempur, helikopter, dan drone. Namun, sekitar 320 lisensi lainnya, termasuk untuk barang-barang sipil, tetap berlaku.

Keputusan Inggris ini memicu kemarahan di Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutnya "memalukan" dan menambahkan bahwa Israel akan menang melawan Hamas "dengan atau tanpa senjata Inggris". Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, juga mengkritik langkah tersebut, mengatakan bahwa penangguhan ini "mengirimkan pesan yang sangat bermasalah kepada Hamas dan Iran". Salah satu pejabat senior Israel bahkan menyebutnya sebagai langkah yang "malang dan tidak sensitif".

library_books Middleeasteye