Jakarta, 21 November 2024 – Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) telah mengambil keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6%. Keputusan ini diambil dalam rapat yang diadakan baru-baru ini dan merupakan langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Suku bunga Deposito Facility tetap berada di angka 5,25%, sementara Lending Facility ditetapkan pada 6,75%. Dengan keputusan ini, Bank Indonesia telah mempertahankan BI Rate pada level yang sama selama tiga bulan terakhir. Hal ini konsisten dengan upaya untuk memastikan inflasi tetap terjaga dalam kisaran 2,5% plus minus 1% pada tahun 2024 dan 2025.
Fokus kebijakan moneter saat ini diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah. Bank Indonesia menyadari bahwa ada tantangan dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan perekonomian global, terutama yang berkaitan dengan situasi politik di Amerika Serikat. Oleh karena itu, bank sentral akan terus memantau pergerakan nilai tukar Rupiah dan prospek inflasi.
Bank Indonesia juga akan memperhatikan perkembangan data dan dinamika kondisi yang ada untuk menentukan apakah ada ruang untuk menurunkan suku bunga di masa depan. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kebijakan ini, masyarakat dapat menyaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo yang akan disiarkan pada Kamis, 21 November 2024, pukul 18.30 – 19.00 WIB di IDX Channel. Program ini dapat diakses melalui berbagai saluran televisi seperti MNC VISION, MNC PLAY, INDI HOME, dan juga dapat disaksikan secara LIVE STREAMING di www.idxchannel.com serta aplikasi IDX Channel TV di APPS store.
Bank Indonesia suku bunga inflasi ekonomi Rupiah