Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, yang diwakili oleh Wakajati Jatim, Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum., menghadiri acara doa bersama lintas agama pada Selasa, 19 November 2024. Kegiatan ini diadakan untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 agar berjalan dengan aman dan lancar.
Acara doa bersama ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Kapolri menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memastikan keamanan selama Pilkada. Ia mendorong semua masyarakat Indonesia untuk bersatu demi kelancaran proses pemilihan umum ini.
"Tentunya ini semua adalah ikhtiar dari seluruh persiapan rangkaian pengamanan yang kita laksanakan dalam Operasi Mantap Praja. Kegiatan yang kita laksanakan bersama ini sangat penting," ujar Kapolri.
Dalam doa bersama tersebut, hadir delapan tokoh agama yang memberikan dukungan moral. KH Anwar Iskandar memberikan ceramah kebangsaan, sedangkan tausiyah agama Islam disampaikan oleh Prof Dr KH Ali Maschan Moesa.
Selain menghadiri doa lintas agama, Wakajati Jatim dan jajaran Forkopimda Jatim juga melakukan peninjauan terhadap Operasi Mantap Praja Semeru 2024. Operasi ini melibatkan lebih dari 156.000 personel gabungan yang terdiri dari 27.384 personel Polri, 7.782 personel TNI, 120.502 personel Linmas, dan 860 personel pemerintah daerah.
Kapolri mengucapkan terima kasih kepada semua personel yang telah siap untuk mengamankan Pilkada 2024. Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus untuk wilayah-wilayah yang dianggap rawan, agar situasi tetap aman.
Panglima TNI menambahkan perlunya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Ia meminta agar semua personel gabungan menyiapkan rencana kontingensi dan tempat pemungutan suara khusus jika terjadi bencana, sehingga pelaksanaan Pilkada tidak terhambat.
Kegiatan doa lintas agama ini menjadi simbol persatuan dan harapan bagi masyarakat Jawa Timur agar Pilkada 2024 dapat berjalan dengan baik dan membawa kemajuan bagi daerah.
Doa Lintas Agama Pilkada 2024 Keamanan