Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki menuduh Amerika Serikat (AS) telah menyesatkan publik dengan klaim bahwa negosiasi untuk gencatan senjata di Gaza berjalan dengan baik. Tuduhan ini mengacu kepada pernyataan resmi yang disampaikan oleh pejabat Hamas kepada media.
Menurut juru bicara tersebut, meskipun AS memiliki ketertarikan yang tulus untuk mencapai kesepakatan dalam mengakhiri konflik Israel di Gaza—terutama menjelang pemilihan umum yang akan datang—Washington dinilai tidak memberi tekanan yang nyata terhadap Israel.
"AS telah memberi tahu [Hamas] bahwa mereka akan melanjutkan pembicaraan ini selama dua minggu lagi dan kemudian akan mengakhirinya jika tidak ada resolusi yang tercapai," ungkap sumber yang dapat dipercaya dalam perundingan tersebut.
Dia menekankan, "Sikap ini sangat berbahaya karena artinya kita akan kembali ke titik awal." Pernyataan ini menunjukkan ketidakpastian yang sedang terjadi dalam proses negosiasi.
Juru bicara itu juga menunjukkan bahwa meskipun AS mencoba menggambarkan proses pembicaraan dengan nada optimis, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus menerus menambah tuntutan dalam setiap putaran negosiasi. Ini menandakan bahwa situasi saat ini sangat rumit dan memerlukan perhatian yang serius dari semua pihak yang terlibat.
Gaza gencatan senjata AS Turki konflik Israel