Menjadi pengangguran adalah situasi yang sulit. Salah satu cara yang sedang dipertimbangkan oleh banyak orang adalah menggunakan banner "Open to Work" di LinkedIn, salah satu platform media sosial profesional yang paling populer. Namun, pertanyaan yang muncul adalah: Apakah banner ini benar-benar membantu pencari kerja, atau justru menandakan kelemahan?
Banner "Open to Work" seharusnya memberi sinyal kepada perekrut bahwa seseorang siap untuk dihubungi dan berharap mendapatkan tawaran pekerjaan. Selain itu, hal ini juga memberitahu jaringan profesional bahwa mereka mencari peluang baru. Meskipun demikian, banyak orang merasa banner tersebut dapat menunjukkan rasa putus asa, seperti berjalan di tepi jalan dengan papan pengumuman bertuliskan "Butuh Pekerjaan".
Sebuah survei yang dilakukan oleh Teal, penyedia perangkat lunak bagi pencari kerja, menunjukkan bahwa hanya 9% perekrut dan manajer HR yang memiliki pandangan negatif terhadap banner ini. Selain itu, data dari LinkedIn juga menunjukkan bahwa menampilkan diri sebagai "Open to Work" justru mendorong lebih banyak perekrut untuk menghubungi calon karyawan.
Informasi ini semakin memperjelas bahwa meskipun banner "Open to Work" bisa menimbulkan beberapa stigma, banyak juga manfaat yang bisa didapatkan. Pencari kerja perlu mempertimbangkan baik-baik keputusan mereka sebelum mengaktifkan banner ini di profil LinkedIn mereka.
Open to Work LinkedIn pencari kerja