Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Proses Hukum Kasus Pemerkosaan Massal di Avignon, Prancis

Avignon, Prancis – Proses hukum yang melibatkan 51 terdakwa dan lebih dari 350 halaman dakwaan terkait kasus pemerkosaan massal di Avignon kini memasuki fase akhir. Dengan dimulainya penyampaian pledoi, keputusan dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 20 Desember 2024.

Pada hari Rabu, kasus ini dibuka oleh pihak korban, Gisèle Pelicot, yang menuduh semua terdakwa bertanggung jawab atas tindakan keji yang dialaminya. Selama hampir sepuluh tahun, suaminya, Dominique Pelicot, diduga telah memberi obat penenang kepada Gisèle dan melakukan penyiksaan terhadapnya.

Pelicot juga dituduh membiarkan Gisèle diperkosa oleh pria lain saat ia tidak sadar. Bukti berupa ratusan foto dan video menunjukkan tindakan kekerasan tersebut. Para pria yang terlibat, berusia antara 21 hingga 68 tahun, ditemukan melalui platform daring. Dari 50 orang yang diadili, Dominique Pelicot merupakan yang utama.

Gwenola Journot, kepala penyidik, memperkirakan masih ada 10 hingga 20 pelaku tambahan yang belum teridentifikasi oleh pihak berwenang.

Pelanggaran ini terungkap setelah Dominique Pelicot ditangkap pada September 2020 atas tuduhan merekam di bawah rok pelanggan supermarket. Penangkapan ini membuka jalan bagi penemuan kejahatan berat yang dialami Gisèle, yang tidak menyadari apa yang terjadi karena efek obat yang diberikan suaminya.

Kasus ini juga memicu kembali perdebatan mengenai konsep "Ya berarti Ya" dalam konteks persetujuan dalam hubungan seksual. Para aktivis telah lama menyerukan agar persetujuan eksplisit dalam setiap tindakan seksual diatur dalam hukum. Hal ini bertujuan agar pelaku tidak bisa mengklaim ketidaktahuan mengenai ketidaksetujuan dari korban. Saat ini, Majelis Nasional Prancis tengah mempertimbangkan perubahan undang-undang terkait definisi kekerasan seksual.

library_books Tagesschau