Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kapalan Cina Diduga Terlibat Kerusakan Kabel Laut di Baltik

Sebuah kapal kargo asal Cina bernama Yi Peng 3 telah menghentikan perjalanannya di Laut Baltik. Kapal ini kini berada di antara Denmark dan Swedia. Otoritas Eropa mengaitkan kapal tersebut dengan kerusakan dua kabel bawah laut yang terjadi di kawasan tersebut.

Sebelum kapal ini berhenti, Yi Peng 3 telah diawasi secara ketat oleh angkatan laut Denmark. Saat ini, ada dua kapal militer Denmark yang berada di dekat kapal Cina tersebut, yang terhenti di dekat kota Ängelholm di Swedia.

Kemarin, dua kabel data bawah laut di Laut Baltik mengalami kerusakan. Kabel pertama, C-Lion 1, menghubungkan Finlandia dengan Jerman dan berakhir di Rostock. Kabel kedua, BCS-East-West Interlink, menghubungkan Litwa dengan pulau Gotland di Swedia.

Data pergerakan kapal dari penyedia MarineTraffic menunjukkan bahwa Yi Peng 3 berada sangat dekat dengan lokasi di mana kedua kabel tersebut rusak. Menanggapi insiden ini, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyatakan dalam konferensi pers bahwa tidak ada yang percaya bahwa kerusakan kabel ini terjadi secara tidak sengaja.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina di Beijing mengatakan bahwa Cina sangat menghargai perlindungan infrastruktur bawah laut. Namun, dia tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai insiden spesifik ini. Perusahaan pelayaran Cina, Ningbo Yipeng Shipping, yang memiliki kapal Yi Peng 3, belum dapat dihubungi untuk memberikan pernyataan resmi.

Insiden ini menarik perhatian karena kabel bawah laut adalah bagian penting dari infrastruktur komunikasi global. Kerusakan kabel ini dapat mengganggu layanan internet dan komunikasi antara negara-negara yang terhubung.

library_books Tagesschau