Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Thüringen Setujui Rancangan Perjanjian Koalisi

Thüringen, Jerman – Dua setengah bulan setelah pemilihan umum di Thüringen, partai-partai CDU, BSW, dan SPD telah mencapai kesepakatan mengenai rancangan perjanjian koalisi. Menurut sumber dari pihak yang terlibat, saat ini hanya ada beberapa penyempurnaan yang perlu dilakukan dalam dua hari ke depan setelah pertemuan dua hari para pemimpin partai di Ilmenau.

Rancangan koalisi ini diperkirakan akan dipresentasikan pada hari Jumat mendatang. Setelah presentasi, masing-masing partai masih harus mendapatkan persetujuan dari organ partai mereka untuk mengesahkan perjanjian tersebut.

Menurut pernyataan dari semua pihak yang terlibat, mereka menunjukkan komitmen untuk bertindak demi kepentingan negara meskipun berasal dari latar belakang politik yang berbeda. Namun, ada perdebatan mengenai posisi BSW terkait isu perang dan perdamaian. Ketiga partai telah sepakat untuk menyertakan sebuah prambule dalam perjanjian koalisi yang menyoroti isu-isu ini. Namun, ketua BSW, Sahra Wagenknecht, merasa bahwa hal itu belum cukup. Ia menginginkan posisi politik BSW terkait perdamaian lebih diakui dalam teks perjanjian.

Wagenknecht sebelumnya telah menegaskan bahwa untuk melanjutkan pembicaraan koalisi, diperlukan penolakan terhadap pengiriman senjata ke Ukraina dan penolakan terhadap penempatan rudal jarak menengah milik Amerika Serikat di Jerman.

Selain itu, pembagian tugas dan struktur kementerian juga menjadi bahan diskusi. Saat ini, Thüringen memiliki delapan kementerian fungsional selain posisi kepala negara bagian. Namun, pembagian tugas di kementerian ini belum sepenuhnya dibahas.

Dalam pemilihan umum yang diadakan pada awal September, partai AfD menjadi pemenang dengan meraih 32,8 persen suara, diikuti oleh CDU dengan 23,6 persen, BSW dengan 15,8 persen, Partai Kiri dengan 13,1 persen, dan SPD dengan 6,1 persen. Meskipun AfD menjadi partai terbesar, tidak ada partai yang bersedia untuk berkoalisi dengan mereka. Partai Hijau dan FDP tidak berhasil masuk ke dalam parlemen.

CDU, BSW, dan SPD kini memiliki 44 dari 88 kursi di parlemen baru, sehingga mereka hanya kekurangan satu kursi untuk mencapai mayoritas. Dengan situasi ini, koalisi yang dijuluki "koalisi blackberry" ini akan bergantung pada setidaknya satu suara dari oposisi, yaitu Partai Kiri atau AfD, untuk mengambil keputusan.

library_books Tagesschau