Dalam pemilihan umum yang baru saja berlangsung di Amerika Serikat, terdapat pola menarik dalam perbedaan suara antara pria dan wanita. Meskipun sebelumnya diharapkan ada perbedaan yang signifikan dalam cara pria dan wanita memberikan suara, hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tetap sama seperti pada tahun 2020.
Calon presiden terpilih, Donald Trump, berusaha menarik perhatian pemilih pria selama kampanye, sementara Wakil Presiden Kamala Harris fokus pada isu aborsi, berharap dapat meraih dukungan dari pemilih wanita. Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Menurut survei AP VoteCast, Harris berhasil meraih 53% suara dari pemilih wanita, sementara Trump mendapatkan 46%. Meskipun Harris memenangkan mayoritas suara wanita, margin dukungannya lebih sempit dibandingkan dengan dukungan yang diperoleh Presiden Joe Biden pada tahun 2020.
Menariknya, perbedaan suara antara pria dan wanita semakin lebar di kalangan pemilih usia 18 hingga 29 tahun. Harris mendapat dukungan 58% dari pemilih wanita di kelompok usia ini, tetapi turun tujuh poin persentase dibandingkan dengan Biden pada tahun 2020. Sebaliknya, Trump berhasil meraih dukungan yang signifikan dari pemilih pria muda, memenangkan suara pria berusia 18 hingga 29 tahun dengan selisih 15 poin. Pada tahun 2020, Biden memenangkan kelompok ini dengan selisih 14 poin.
Ketika melihat dukungan dari pemilih kulit hitam dan Hispanik, Harris tampil lebih baik secara keseluruhan, tetapi dukungannya juga menurun dibandingkan dengan Biden pada tahun 2020. Trump hampir menggandakan dukungannya di kalangan pria kulit hitam, yang merupakan kelompok penting bagi Partai Demokrat. Selain itu, Trump juga meningkatkan dukungannya di kalangan pria Latino sebesar 9 poin. Sementara itu, dukungan di antara pemilih kulit putih tetap tidak berubah, dengan mayoritas masih mendukung Trump.
Satu isu yang menjadi perhatian utama bagi pemilih pria dan wanita adalah ekonomi. Sekitar 39% wanita muda menyebut pekerjaan dan ekonomi sebagai isu terpenting, sementara hanya 17% yang memilih aborsi. Di sisi lain, 42% pria muda mengidentifikasi ekonomi sebagai isu utama, dan 8% menyebut aborsi.
Hasil pemilihan ini menunjukkan dinamika yang menarik dalam pemilih di AS, terutama dalam konteks gender dan usia. Dengan pemilih muda yang semakin terpecah, baik pria maupun wanita, partai politik di masa depan mungkin perlu mempertimbangkan isu-isu yang lebih relevan bagi generasi ini.
pemilihan umum suara pria suara wanita Kamala Harris Donald Trump