Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

SAMUDERA Climate-Act: Inisiatif Mitigasi Bencana di Tanjung Benoa

Kelurahan Tanjung Benoa, Bali, menjadi salah satu lokasi dari program SAMUDERA Climate-Act, yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 2 November 2024. Program ini merupakan sebuah inisiatif kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak untuk mengurangi risiko bencana dengan memanfaatkan solusi teknologi.

Program ini digagas oleh Samudera Indonesia, U-INSPIRE Indonesia, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana melalui penggunaan teknologi yang inovatif.

SAMUDERA Climate-Act menerapkan pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif dari komunitas lokal. Beberapa pihak yang terlibat antara lain nelayan, masyarakat adat, pemerintah kelurahan, pelaku pariwisata, dan perwakilan masyarakat lainnya. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, program ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko yang ada dan mencari solusi terbaik untuk mitigasi bencana.

Salah satu metode yang digunakan dalam program ini adalah diskusi kelompok terarah (FGD), yang memungkinkan peserta untuk berbagi pandangan dan pengalaman mengenai risiko bencana yang mereka hadapi. Selain itu, terdapat juga observasi lapangan atau yang disebut village watching, yang bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan mengumpulkan informasi yang diperlukan. Tak kalah penting, pemetaan partisipatif dilakukan untuk mendokumentasikan lokasi-lokasi yang rentan terhadap bencana.

Dalam upaya ini, teknologi berbasis Internet of Things (IoT) diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan dan analisis data secara real-time, sehingga masyarakat dapat lebih cepat dalam mengambil tindakan saat terjadi bencana. Misalnya, sensor dapat dipasang di area rawan bencana untuk memantau kondisi lingkungan dan memberikan peringatan dini kepada warga.

Inisiatif ini sangat penting mengingat Tanjung Benoa merupakan daerah yang berpotensi mengalami berbagai jenis bencana, seperti banjir, gempa bumi, dan perubahan iklim. Dengan adanya program SAMUDERA Climate-Act, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana dan mampu mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi, diharapkan langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mitigasi bencana.

library_books Pemkabbadung