Photoroom, sebuah perusahaan yang mengembangkan aplikasi pengeditan foto berbasis AI, telah melakukan perubahan signifikan dalam cara timnya berkomunikasi. Sebelumnya, banyak anggota tim menggunakan DM (direct message) untuk berbagi informasi penting tentang proyek. Namun, hal ini sering kali menyebabkan kebingungan, terutama ketika beberapa anggota tim tidak mendapatkan informasi terbaru.
Pihak manajemen Photoroom memutuskan untuk menghilangkan penggunaan DM dan menggantinya dengan komunikasi terbuka melalui saluran Slack. Slack adalah platform komunikasi yang memungkinkan individu dan tim untuk berkolaborasi secara lebih mudah dan terbuka. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan keterlibatan di antara anggota tim, sehingga semua orang berada dalam halaman yang sama.
Dalam artikel baru di Fast Company, CEO sekaligus salah satu pendiri Photoroom menjelaskan bagaimana kebijakan komunikasi ini diimplementasikan. Dia mengatakan bahwa dengan membuka jalur komunikasi seperti ini, semua anggota tim dapat dengan mudah mengakses informasi yang sama tanpa harus menunggu orang lain untuk memberi tahu mereka.
Perubahan ini juga menciptakan suasana yang lebih kolaboratif, di mana setiap ide dan umpan balik dapat disampaikan dengan langsung dan terbuka. Ini penting, terutama dalam lingkungan kerja yang cepat berkembang, di mana setiap detik berharga. Photoroom mengajak pengguna dan penggemar untuk memberikan pendapat mereka tentang kebijakan baru ini di kolom komentar.
Dengan pendekatan baru ini, Photoroom berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam hal transparansi dan kolaborasi yang lebih baik.
komunikasi tim Photoroom Slack