Pada hari pertama KTT G20 di Brasil, para pemimpin dari negara-negara anggota sepakat mengenai sebuah pernyataan akhir yang mencakup proyek penting dari negara tuan rumah, Brasil. Dua isu utama yang menjadi fokus adalah perjuangan melawan kelaparan dan pajak bagi orang-orang sangat kaya.
Dalam dokumen pernyataan tersebut, para pemimpin berkomitmen untuk bekerja sama dalam memastikan bahwa orang-orang yang memiliki kekayaan sangat besar akan dikenakan pajak secara efektif. Mereka juga berencana untuk mengembangkan mekanisme guna menangani penghindaran pajak.
Selain itu, di Rio de Janeiro, G20 meluncurkan Aliansi Global Melawan Kelaparan dan Kemiskinan. Pernyataan akhir menekankan bahwa tidak ada kekurangan pengetahuan atau sumber daya untuk mengatasi masalah kelaparan, tetapi yang kurang adalah keinginan politik untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap makanan.
Meskipun negara-negara G20 menegaskan kembali komitmen mereka untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius, tidak ada kemajuan dalam hal pendanaan untuk mengatasi perubahan iklim. Hal ini menunjukkan tantangan besar yang masih harus dihadapi.
Ketika membahas konflik yang sedang berlangsung di Ukraina dan Timur Tengah, para pemimpin hanya mencapai kesepakatan minimal. Pernyataan akhir tidak secara eksplisit mengutuk invasi Rusia terhadap Ukraina, mirip dengan situasi pada KTT sebelumnya di India. Pada pertemuan di Bali dua tahun lalu, situasinya berbeda dan lebih banyak negara yang mengecam tindakan tersebut. Dalam pernyataan terbaru, Rusia, yang juga merupakan anggota G20, tidak disebutkan secara langsung. Pernyataan hanya mengacu pada penderitaan manusia dan dampak negatif tambahan dari perang, seperti masalah pada keamanan pangan dan energi.
KTT ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai konsensus di antara negara-negara dengan kepentingan yang sangat berbeda, terutama dalam isu-isu sensitif seperti perang dan perubahan iklim.
G20 kelaparan pajak perubahan iklim perang Ukraina