Setelah pemilihan landtag di Sachsen, polisi di Dresden mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki kasus manipulasi stimmzettel atau kertas suara. Dalam investigasi ini, ditemukan bahwa beberapa kertas suara untuk pemungutan suara lewat pos telah dimanipulasi oleh orang tidak dikenal.
Menurut informasi dari polisi, terdapat sekitar 100 kertas suara yang telah dipalsukan. Dalam kasus ini, para pelaku diduga menutupi tanda centang (X) yang seharusnya, dan menggantinya dengan tanda centang untuk partai ekstrem kanan, Freie Sachsen. Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat tentang integritas pemilihan.
Divisi Perlindungan Konstitusi pun telah mengambil alih penyelidikan ini dan berhasil mengamankan dua kertas suara yang dimanipulasi. "Kami telah mengetahui kecurigaan ini terkait dengan daerah pemilihan 36011 dan 36012," kata seorang juru bicara dari kota Dresden kepada Sächsische Zeitung. Daerah pemilihan tersebut terletak di Langebrück, utara Dresden.
Menariknya, di daerah pemilihan 36012, Freie Sachsen mencatat hasil yang cukup mencolok dengan menerima 59 suara langsung dan 60 suara daftar, merekam total 10,2 persen suara. Secara keseluruhan, partai kecil tersebut berhasil meraih 2,2 persen suara pada pemilihan landtag. Namun, perlu dicatat bahwa Freie Sachsen diklasifikasikan sebagai kelompok ekstrem kanan oleh Badan Perlindungan Konstitusi Jerman.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya keamanan dan kejujuran dalam proses pemilihan dan bagaimana manipulasi dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.
pemilihan landtag Sachsen manipulasi suara