Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kondisi Memprihatinkan di Gaza: Laporan dari Isabelle Defourny

Gaza – Isabelle Defourny, presiden Doctors Without Borders (Dokter Tanpa Batas) Prancis, baru-baru ini memberikan laporan yang menyentuh mengenai situasi di Gaza, yang merupakan salah satu tempat yang sulit dijangkau oleh banyak orang karena konflik yang berkepanjangan. Selama lebih dari dua puluh tahun, Defourny telah berpengalaman di berbagai zona perang di seluruh dunia, tetapi ia mengungkapkan bahwa situasi di Gaza sangatlah buruk.

Menurut Defourny, salah satu hal yang paling mengkhawatirkan adalah keadaan blokade total yang membuat akses bantuan kemanusiaan sangat terbatas. Ia mencatat bahwa jumlah anak-anak yang menjadi korban sangat tinggi, menunjukkan betapa parahnya dampak perang ini terhadap generasi muda. Lebih dari 80 persen bangunan di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, mengalami kerusakan atau bahkan hancur total.

Defourny juga menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza sangat sedikit. Pada bulan September, hanya satu perlima dari pasokan makanan yang dibawa oleh pejabat PBB bisa masuk ke wilayah tersebut. Hal ini semakin memburuk, karena selama beberapa hari terakhir, hanya tujuh truk yang diizinkan memasuki Gaza, padahal dibutuhkan setidaknya 500 truk setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk.

Di bagian utara Gaza, tidak ada truk bantuan yang diizinkan masuk sama sekali. Menurut Defourny, kondisi ini memperlihatkan adanya logika genosida yang sedang berlangsung, di mana Israel terus menggunakan kelaparan massal dan penyakit sebagai senjata dalam konflik ini. Seorang sejarawan Israel, Amos Goldberg, juga mengakui bahwa tindakan Israel dapat dianggap sebagai genosida.

Sementara itu, di Tepi Barat yang diduduki, Israel juga melanjutkan perang yang lebih halus melalui para pemukim, militer, dan tokoh agama sayap kanan ekstrem. Proses kolonisasi dan aneksasi terus dilakukan, dengan harapan bahwa perhatian dunia akan teralihkan dari Gaza.

Defourny mengingatkan bahwa di luar negeri, Israel terbuai oleh "kemenangan" jangka pendek, seperti pembunuhan pemimpin Hamas dan Hezbollah. Namun, mereka mungkin kehilangan pandangan terhadap kepentingan jangka panjang mereka sendiri, karena kemenangan militer tidak selalu berarti perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan. Bahkan, kemenangan taktis ini bisa berdampak negatif bagi masa depan Israel.

library_books Middleeasteye