Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Video Lama Keir Starmer Soal Genosida Serbia Muncul Kembali

Video tahun 2014 yang menampilkan Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris saat ini, kembali viral di media sosial. Dalam video tersebut, Starmer berargumen bahwa Serbia telah melakukan genosida terhadap Kroasia. Munculnya video ini menimbulkan pertanyaan mengenai pernyataan Starmer yang menyatakan bahwa Israel tidak melakukan genosida terhadap warga Gaza.

Pekan lalu, Starmer ditanya di parlemen tentang definisi genosida dan langkah-langkah yang diambilnya untuk menyelamatkan nyawa warga Gaza. Dalam jawabannya, Starmer menyatakan bahwa ia sangat memahami definisi genosida, dan itulah sebabnya ia "tidak pernah menggambarkan atau merujuk pada situasi di Gaza sebagai genosida".

Pernyataan ini diikuti oleh denials serupa dari Sekretaris Luar Negeri David Lammy, yang berpendapat bahwa Israel tidak melakukan genosida di Gaza karena jutaan orang tidak terbunuh.

Sebelum menjabat sebagai perdana menteri, Starmer adalah seorang pengacara hak asasi manusia. Ia merupakan bagian dari tim hukum yang mewakili Kroasia di depan Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus di mana Serbia dan Kroasia saling menuduh melanggar Konvensi Genosida 1948.

Dalam konflik antara Serbia dan Kroasia yang terjadi dari tahun 1991 hingga 1995, total korban tewas mencapai 20.000 orang, sebagian besar adalah warga Kroasia. Di kota Vukovar, yang dikepung dan diduduki oleh pasukan Serbia selama tiga bulan pada tahun 1991, diperkirakan 260 pria Kroat dibunuh.

Dalam pidatonya di depan pengadilan pada tahun 2014, Starmer mengemukakan argumen yang sama dengan yang digunakan oleh banyak orang saat ini untuk menggambarkan tindakan Israel di Gaza sebagai genosida. Ia menyatakan, "Anda perlu melihat situasi secara keseluruhan, bukan memecah-mecah tanggung jawab individu," dan berargumen tentang pentingnya menetapkan "tanggung jawab negara untuk tindakan secara keseluruhan".

Argumen ini juga disampaikan oleh pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki. Dalam laporan yang diterbitkan pada bulan Oktober, ia menyatakan bahwa tindakan Israel harus dilihat secara holistik sebagai kampanye kolonial pemukiman untuk menghancurkan warga Palestina sebagai kelompok, bukan hanya dari sudut pandang hukum kemanusiaan internasional yang sempit.

Kemunculan kembali video ini menambah kompleksitas dalam diskusi mengenai genosida dan hak asasi manusia di berbagai belahan dunia. Pertanyaan mengenai konsistensi sikap para pemimpin dunia terhadap isu ini menjadi semakin penting.

library_books Middleeasteye