Seorang pria berusia 26 tahun asal Suriah ditangkap dan kini ditahan setelah terlibat dalam sebuah penyerangan berdarah yang terjadi di festival kota Solingen, Jerman. Penyerangan ini mengakibatkan tiga orang tewas. Penangkapan ini dilakukan setelah pihak berwenang memiliki bukti kuat yang menunjukkan bahwa tersangka memiliki hubungan dengan kelompok teroris yang dikenal sebagai ISIS.
Menurut laporan dari Kejaksaan Agung Jerman, tersangka diduga merupakan anggota dari ISIS dan terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut. ISIS sendiri adalah kelompok teroris yang telah melakukan banyak serangan di seluruh dunia dan memiliki ideologi radikal yang menganggap non-penganut sebagai musuh. Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa pria tersebut berbagi ideologi ekstremis dengan kelompok tersebut dan bergabung pada waktu yang tidak spesifik sebelum 23 Agustus.
Pihak berwenang juga menyebutkan bahwa, dengan keyakinan radikalnya, tersangka berencana untuk membunuh sebanyak mungkin orang yang dianggapnya sebagai orang kafir saat festival berlangsung. “Di sana, ia menikam beberapa kali dari belakang dan secara terarah ke leher dan tubuh bagian atas para pengunjung festival,” tulis pihak kejaksaan.
Setelah melancarkan aksinya, tersangka berhasil melarikan diri di tengah kepanikan festival. Namun, pada malam hari setelah penyerangan, ia menyerahkan diri kepada polisi dan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa upaya untuk mendeportasi tersangka tahun lalu tidak berhasil.
Kasus ini mencuatkan kembali isu mengenai keamanan publik dan radikalisasi, terutama terhadap pengungsi. Pihak kepolisian dan pemerintah diharapkan akan meningkatkan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga keamanan masyarakat.
penyerangan Solingen terorisme