Dalam perkembangan terbaru di medan perang Ukraina, robot pembunuh dalam bentuk drone otomatis mulai digunakan. Pada musim semi yang lalu, seorang navigator drone Ukraina berhasil memilih target, sebuah truk amunisi Rusia, hanya dengan menekan layar tablet menggunakan stylus. Setelah itu, pilot mengaktifkan mode autopilot dan menyaksikan drone terbang menukik dari jarak beberapa ratus meter dan menghantam kendaraan tersebut.
Serangan seperti ini menandai kemajuan besar dalam upaya Ukraina menggunakan teknologi komputer untuk melawan kekuatan militer besar Rusia. Drone yang digunakan dalam serangan ini dikendalikan pada fase akhir oleh komputer kecil yang dirancang oleh perusahaan Auterion yang berbasis di AS. Beberapa perusahaan lainnya, termasuk banyak dari Ukraina, juga telah berhasil menguji sistem autopilot serupa di lapangan.
Sekarang, Ukraina sedang bersiap untuk terobosan yang lebih besar: produksi massal drone serangan otomatis. Dalam langkah signifikan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, pemasok drone Ukraina sedang meningkatkan output drone robot ke skala industri, bukan hanya prototipe.
Keberhasilan ini didukung oleh integrasi komputer murah ke dalam sistem yang canggih dan kompak, yang dapat meniru kemampuan yang sebelumnya hanya dimiliki oleh peralatan yang jauh lebih mahal. Kyiv diperkirakan akan menerima puluhan ribu komputer miniatur dari Auterion, yang dikenal sebagai Skynode, yang akan digunakan di medan perang awal tahun depan.
Vyriy Drone, salah satu perusahaan startup drone terkemuka di Ukraina, menyatakan bahwa mereka akan memproduksi beberapa ribu drone autopilot mulai bulan ini. Perusahaan-perusahaan lain juga sedang meningkatkan produksi mereka.
Ukraina sangat bergantung pada pemeliharaan keunggulan teknologi untuk membantu melawan tentara Rusia yang besar. Penggunaan drone yang dikendalikan komputer sangat menjanjikan karena dapat mengurangi jumlah orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas. Selain itu, drone ini juga menawarkan alternatif yang lebih murah dibandingkan dengan rudal dan peluru artileri yang lebih mahal, yang dapat membantu Ukraina mempertahankan pertahanannya jika pemerintah baru di AS mengurangi pendanaan.
Ukraina drone robot perang Rusia