Banda Aceh – Pada era 1990-an, bioskop menjadi salah satu hiburan paling populer di Aceh, khususnya di Banda Aceh. Sebelum kehadiran televisi dan layanan streaming yang kini banyak digunakan, masyarakat Aceh sangat menikmati film-film yang ditayangkan di bioskop.
Beberapa bioskop yang terkenal di Banda Aceh pada masa itu antara lain bioskop yang berada di lantai atas Pasar Aceh, Teater Gajah yang terletak di kawasan Simpang Lima, dan bioskop Garuda yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kampung Baru. Para pengelola bioskop pada waktu itu sangat kreatif dalam mengiklankan film-film baru. Mereka menggunakan mobil pengeras suara yang berkeliling ke desa-desa untuk menarik perhatian penonton.
Namun, seiring dengan perubahan zaman dan kondisi yang tidak mendukung, eksistensi bioskop di Banda Aceh mulai mengalami penurunan. Hal ini terjadi terutama saat Aceh mengalami darurat militer. Banyak bioskop yang terpaksa tutup satu per satu akibat situasi yang tidak aman.
Puncak dari penutupan bioskop terjadi setelah bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Tsunami tersebut tidak hanya menghancurkan banyak bangunan, tetapi juga menandai berakhirnya era bioskop di Aceh. Banyak bangunan bioskop yang kemudian dialihfungsikan untuk keperluan lain. Contohnya, bekas bioskop Garuda kini telah menjadi Gedung Information Technology Learning Center (ITLC), yang berfungsi untuk pendidikan dan pelatihan teknologi informasi.
Hingga saat ini, kenangan tentang bioskop di Aceh pada era 1990-an masih teringat di benak masyarakat. Bioskop bukan hanya tempat menonton film, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Aceh saat itu.
bioskop Aceh 1990-an tsunami darurat militer